Sunday, April 12, 2020

ESAI MERINDU SOSOK HABIBIE



MERINDU SOSOK HABIBIE
DALAM MENYONGSONG INDONESIA GENERASI EMAS
Oleh: Nur Anif, S.Pd. (Guru SMK Negeri Nusawungu)
(anifnur92@gmail.com)


Generasi emas adalah generasi yang diharapkan menjadi tonggak bagi perubahan suatu bangsa. Generasi emas ini dicita-citakan menjadi generasi yang produktif, inovatif, dan berperadaban unggul agar nantinya dapat menjadi perintis perubahan dalam membentuk kehidupan bangsa yang lebih baik. Dengan demikian, generasi emas adalah generasi unggul yang digadang-gadang menjadi ujung tonggak kemajuan suatu bangsa. Sebab, maju mundurnya suatu bangsa ada di tangan generasi muda.
Dalam suatu negara, generasi muda juga memegang peranan yang sangat penting bagi peradaban dan kemajuan bangsa. Sebagaimana yang telah digaungkan oleh presiden pertama Indonesia “Beri aku seribu orang tua, niscaya akan kucabut semeru. Beri aku sepuluh pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia”. Dari semboyan Presiden Soekarno itulah dapat diambil kesimpulan bahwa pemuda memanglah mempunyai peranan yang sangat penting bagi kemajuan suatu bangsa.
Dalam pandangan Islam, pemuda juga mempunyai posisi yang begitu mulia, sebagaimana yang dijelaskan dalam alquran:
Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.” (QS Ali 'Imran [3]: 110).
Pemuda adalah umat terbaik yang dipilih Allah bagi umat manusia selama mereka selalu menyuruh kepada kebaikan, mencegah dan melawan segala bentuk kemungkaran dengan landasan iman kepada Allah.
Sebagaimana yang telah disabdakan Allah Swt. dalam alquran, pemuda adalah umat terbaik yang dilahirkan ke dunia ini untuk mengemban tugas sebagai khalifah yang mana setiap langkahnya akan dipertanggungjawabkan di akhirat.  Di akhirat kelak, akan ada sebuah peradilan yang maha adil, yang tidak akan pernah ada pembelanya. Amanah sebagai seorang khalifah sungguh sangat berat. Di peradilan yang agung, setiap jengkal apa yang telah dilakukan harus dipertanggungjawabkannya di depan hakim Maha Adil. Oleh sebab itu, sungguh amanah (sebagai khalifah) merupakan amanah yang seharusnya dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Namun, kenyataannya dapat kita lihat fenomena pemuda saat ini. Pemuda yang seharusnya menjadi andalan kemajuan suatu bangsa, malah menjadi biang keladi kemunduran bangsa. Kenakalan remaja, tawuran antarpelajar, pembunuhan antarremaja, narkoba, sex bebas, bullying telah menghiasi layar televisi Indonesia. Kebrutalan para pemuda sudah sangat sulit dibendung. Bukannya berlomba-lomba untuk mencapai prestasi, tapi mereka lebih tertarik untuk mencari sensasi. Kebobrokan moral para pemuda sudah merajalela di mana-mana. Lalu, siapa yang hendak disalahkan?
Jika kita melihat ke belakang, tidakkah kita tertarik untuk mengikuti jejak sosok salah satu putra terbaik Indonesia yang bernama Habibie? Dengan nama lengkap Baharuddin Jusuf Habibie, semasa mudanya Habibie telah menjadi sosok pemuda yang produktif, inovatif, dan mempunyai pemikiran yang genius. Selain genius, ia juga mempunyai kepribadian unggul, ia juga sosok pekerja keras, tekun dalam bekerja dan juga jujur. Karena kegeniusannya dan kerja kerasnya itu, ia dapat menciptakan suatu mahakarya berupa pesawat terbang yang membuat masyarakat Indonesia dan dunia terkagum-kagum atas prestasinya. Ia juga dinobatkan menjadi Bapak Teknologi Indonesia. Sungguh sosok yang sangat inspiratif. Selain itu, ia juga terpilih menjadi ketua ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia) yang berkomitmen memperbaiki nasib seluruh bangsa Indonesia.
Walaupun raganya kini telah tiada, tetapi kobaran semangatnya akan tetap terkenang. Semua kerja kerasnya, semua jasa-jasanya untuk negara tercinta ini masih tetap menggelora di seluruh penjuru negeri ini. Sebagaimana peribahasa mengatakan bahwa “Gajah mati meninggalkan gadingnya, manusia mati meninggalkan namanya”. Nama dan juga jasa Habibie akan tetap terkenang bagi masyarakat Indonesia. Harapannya, semangat muda Habibie dapat menjadi suri teladan bagi para pemuda Indonesia sebagai bekal menuju generasi emas 2045. Sebab, di tangan pemudalah Indonesia akan menjadi negara yang maju.
Lalu, seperti apa sebenarnya sifat-sifat yang dapat kita teladani dari sosok B.J. Habibie sebagai pemuda agar nantinya bisa memotivasi generasi muda di Indonesia dalam rangka menyongsong generasi emas 2045?
1.        Bersungguh-sungguh dalam Menuntut Ilmu
Masa muda Habibie tidak disia-siakan begitu saja, Habibie benar-benar menjadi pemuda yang haus akan ilmu pengetahuan. Sebagaimana semboyan yang berbunyi “Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina”, dalam hal menuntut ilmu, semangatnya tidak diragukan lagi. Setelah tamat SMA, Habibie diterima di ITB (Institit Teknologi Bandung). Karena prestasinya, Habibie juga mendapatkan beasiswa untuk menimba ilmu ke Jerman. Dengan mengambil jurusan teknik penerbangan dengan spesialisasi konstruksi pesawat terbang di Rhein Westfalen Aachen Technische Hochshule (RWTH), ia lulus dengan predikat cumlaude (sempurna) dengan nilai rata-rata 9,5. Mulai dari gelar Doktor hingga Profesor yang ia raih, menandakan bahwa Habibie adalah sosok yang begitu cerdas dan sungguh-sungguh.
Pun demikian dalam islam, menuntut ilmu adalah wajib hukumnya bagi laki-laki maupun perempuan. Sebagaimana sabda Rasulullah saw “Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim” (H.R. Ibnu Majah no. 224). Jadi, jelaslah bahwa kita sebagai pemuda muslim diwajibkan untuk bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu untuk mencapai peradaban yang lebih baik lagi.
Peradaban tidak bisa tegak tanpa adanya ilmu. Negara akan menjadi kuat jika pemudanya mempunyai bekal ilmu yang kuat pula. Pemuda dalam setiap bangsa adalah tulang punggung yang menjadi unsur penggeraknya sehingga tidak ada suatu bangsa pun yang mampu bangkit kecuali di atas pundak para pemudanya. Sebagaimana sabda Rasulullah saw:
“Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga, sesungguhnya para malaikat menaungkan sayap-sayapnya kepada orang yang menuntut ilmu karena senang terhadap apa yang diperbuat".
Dijelaskan bahwa Rasulullah saw memberikan motivasi kepada umat Islam agar tertarik pada ilmu dan berusaha untuk dimiliknya. Hadits tersebut mengandung satu syarat dan jawab. Syaratnya, kalau mau dimudahkan jalannya ke surga maka harus berusaha untuk selalu menuntut ilmu, sedangkan jawabnya bahwa Allah pasti memudahkan jalannya masuk ke surga kalau sudah melaksanakan apa yang telah diperintahkan.
Berdasarkan uraian di atas sungguh sangat jelas bahwa perintah untuk menuntut ilmu adalah wajib hukumnya baik bagi kaum laki-laki maupun perempuan. Hal ini menandakan bahwa agama Islam tidak membeda-bedakan hak dan kewajiban manusia karena jenis kelaminnya. Sejatinya manusia baik laki-laki, maupun perempuan hidup di dunia ini sebagai khalifah diperintah oleh Allah Swt. untuk menuntut ilmu agar mempunyai bekal yang cukup. Bagaimana mungkin seseorang dapat mengelola dan merekayasa kehidupan di bumi ini tanpa bekal ilmu pengetahuan? Hal itu tentu saja akan sangat sulit terealisasikan. Oleh karena itu, para pemuda diharapkan dapat bersungguh-sungguh dalam menimba ilmu untuk bekal di dunia maupun akhirat. Dengan bekal ilmu yang memadai, para pemuda harus optimistis dapat mencapai generasi emas pada tahun 2045.

2.        Disiplin
B.J. Habibie adalah sosok yang sangat menghargai waktu. Sikap disiplinnya juga tidak dapat diragukan lagi. Setiap langkahnya selalu diniatkan untuk beribadah. Ia sangat memperhitungkan sekali setiap kegiatan yang dijalankan setiap harinya, sebagaimana dikisahkan ketika menimba ilmu dan bekerja di Jerman seluruh waktunya benar-benar diatur dengan maksimal. Selain itu, ketika Habibie bekerja di Talbot (Perusahaan kereta api) di tiga bulan pertamanya ia bekerja di perusahaan tersebut tidak ada waktu untuk tidur. Banyak pengetahuan dan pandangan baru yang harus ia pahami sehingga ia harus benar-benar mengatur waktu. Namun, berkat kegigihannya, ia dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan maksimal.
Islam juga mengajarkan bahwa menghargai waktu lebih utama sebagaimana firman Allah Swt. dalam Surah Al-Asr  103, ayat 1-3 yang artinya, “Demi waktu, sesungguhnya, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasehati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran”.
Hidup yang tertib dan teratur sangat menentukan sukses atau tidaknya seoseorang dalam mengelola waktu secara disiplin. Oleh karena itu, sebagai pemuda muslim yang baik alangkah baiknya kita dapat menggunakan waktu secara optimal untuk melakukan hal-hal yang positif, yaitu beribadah di jalan Alloh Swt. Dengan mengatur waktu secara disiplin, bukan hal yang sulit untuk kita menjadi pemuda yang berkualitas. Sebab, segala yang kita lakukan sudah terarah dan terencana dengan baik.

3.        Kerja Keras
Di era milenial seperti sekarang ini, sangat dibutuhkan pemuda yang mempunyai etos kerja tinggi. Bagaimana tidak? Bisa kita lihat di negara-negara maju, etos kerja mereka tidak diragukan lagi. Namun, jika berkaca pada penduduk Indonesia khususnya pemuda, kita masih sangat jauh tertinggal.
Jika kita lihat pada sosok Habibie, semasa mudanya ia adalah pemuda yang pekerja keras. Hal ini terbukti ketika awal mula Habibie hendak menciptakan pesawat terbang, banyak penolakan dari para ilmuwan yang bekerja di luar negeri. Selain itu, pandangan sinis dari pimpinan industri pesawat terbang yang ada di Indonesia juga turut menghiasi perjuangan Habibie. Mereka menganggap bahwa Habibie bukan apa-apa jika dibandingkan dengan mereka yang telah menjual puluhan peswat terbang di Indonesia.
Dikisahkan juga pada tahun 1995, satu bulan menjelang penerbangan buah karyanya berupa pesawat itu, Habibie terus menerus memikirkan persiapan penerbangan perdana berupa pesawat terbangnya yang diberi nama N-250 Gatotkoco. Bahkan, pada malam sebelum upacara terbang perdana pesawatnya, Habibie turun langsung memeriksa satu per satu persiapan penerbangannya itu. Berkat kerja kerasnya itu, pesawat hasil karya timnya mampu membuat orang-orang Indonesia dan dunia bersikap kagum dan mereka mengapresiasi atas keberhasilan yang telah ditorehkan oleh salah satu putra terbaik bangsa Indonesia. Bahkan, pada hari itu menjadi hari bersejarah bagi bangsa Indonesia dan pada hari itujuga diperingati sebagai hari Kebangkitan Teknologi. Penghargaan sebagai “Bapak Teknologi Indonesia” juga disematkan pada diri Habibie,
Dalam pandangan Islam kita juga diperintahkan untuk bekerja keras sebagaimana dalam Q.S. At-Taubah ayat 105 yang artinya”
“Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mu’min akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan”.
Selain itu, perilaku kerja keras juga telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad saw. Beliau tidak hanya menghabiskan waktu untuk mengingat Allah saja, tetapi bekerja keras untuk berdakwah juga dilakukannya. Berdasarkan hal tersebut, kita sebagai generasi muda juga selayaknya bisa meneladani sosok Habibie dan Rasulullah saw. untuk membiasakan perilaku kerja keras. Kita tidak boleh hanya berangan-angan atau bergantung pada orang lain.


4.        Jujur
Jujur merupakan kesesuaian antara hati, perkataan, dan perbuatan. Namun, nyatanya kejujuran itu sangat sulit dilakukan bagi manusia pada umumnya. Apalagi di zaman sekarang, ada pepatah yang mengatakan bahwa “ora edan, ora keduman”, jika kita tidak ikut-ikutan “gila” seperti orang-orang di luar sana, kita tidak akan kebagian (menggapai) yang kita inginkan. Namun, hal itu tidak berlaku bagi sosok Habibie dan seharusnya hal itu pula juga tidak berlaku untuk semua orang karena jika semua orang memiliki sifat yang tamak tersebut, tidak aka nada harapan lagi Negara Indonesia ini bakal menjadi generasi emas. Sebab, generasi mudanya sudah menjadi generasi yang mengalami kemerosotan moralnya. Oleh karena itu, tidak menutup kemungkinan tindakan korupsi dan nepotisme akan merambah di mana-mana.
Jika kita berkaca pada sosok Habibie, sifat jujur sudah melekat pada jiwa raganya. Hal ini terbukti ketika ia hendak disuap oleh berbagai kalangan mengenai proyeknya dalam pembuatan pesawat. Dengan halus tanpa menyinggung perasaan, ia menolak tawaran tersebut. Sebab, ia berkeyakinan bahwa kejujuran adalah kunci untuk mencapai ridho dari Alloh Swt.
Sudah semestinya sifat jujur ini menjadi identitas bagi setiap muslim, karena sifat jujur sudah banyak dicontohkan oleh Rasulullah saw. Beliau mempunyai sifat shiddiq dan amanah, yang artinya benar dan dan dapat dipercaya. Dalam setiap langkahnya beliau selalu menjalankan apa yang diperintah Allah, dan juga menjauhi segala yang dilarang Allah. Dengan sifat jujur itu pula manusia akan menjadi tentram dalam hidupnya.
Sungguh masih banyak keteladaan dari sosok B.J. Habibie yang tidak dapat tergoreskan dengan pena ini. Lalu, di mana mereka yang sedang kita rindu? Mereka adalah kita. Kita sebagai generasi muda yang merindu Indonesia benar-benar merdeka dari segala keterpurukan. Kita yang senantiasa memperbaiki diri, terus meneladani para nabi terdahulu yang sangat menjaga amanahnya. Kita yang senantiasa rindu akan teladan-teladan dari para pendahulu dan salah putra terbaik negara ini, salah satunya yaitu sosok Habibie.
Bersungguh-sungguh dalam Menuntut Ilmu, Disiplin, Pekerja Keras, dan Jujur
Sifat-sifat yang demikian jika dapat dimiliki oleh generasi muda saat ini, bukan mustahil lagi jika Indonesia akan menjadi negara kuat, sebab pemudanya sudah mempunyai jiwa-jiwa yang bekarakter unggul dan mempunyai pemikiran yang genius sehingga generasi emas yang tengah digadang-gadang pemerintah untuk menghadapi tahun 2045 akan dengan mudah terealisasikan.
Generasi Emas 2045 adalah visi mulia yang harus diemban oleh seluruh elemen masyarakat. Maka disinilah khususnya generasi muda mempunyai peranan yang sangat penting untuk mewujudkan hal itu di kemudian hari. Peran penting pemerintah, sekolah, dan keluarga dalam menyiapkan generasi emas ini juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Peran mereka juga sangat diharapkan untuk menggali potensi generasi masa depan Indonesia yang memiliki kecerdasan yang komprehensif, yakni produktif, inovatif, dan berperadaban unggul.
Selain itu, ada hal yang lebih penting lagi sebenarnya, generasi muda itu sendiri. Kita sebagai generasi muda harus segera sadar dan bangkit. Kita harus segera bangun dari tidur panjang kita. Sebab, di tangan kitalah maju mundurnya suatu bangsa. Bagaimana Negara akan maju, jika kita sebagai generasi muda tidak ada semangat untuk maju?. Oleh karena itu, marilah kita sebagai generasi muda yang digadang-gadang menjadi tonggak kemajuan bangsa bersatu padu menggelorakan semangat juang disertai iman dan taqwa untuk mencapai generasi emas tahun 2045 sehingga Indonesia akan menjadi negara maju dan unggul sebagaimana yang selama ini kita cita-citakan.





No comments:

Post a Comment

TEORI SASTRA (PUISI, PROSA DAN DRAMA)

Untuk dapat lebih banyak materi, silakan kunjungi: TEORI SASTRA A.       PUISI 1.          Pengertian Puisi Puisi beras...