Monday, April 13, 2020

KAIDAH KEBAHASAAN TEKS BIOGRAFI (MATERI BAHASA INDONESIA KELAS X SMA/SMK)






KAIDAH KEBAHASAAN TEKS BIOGRAFI

Pada dasarnya isi teks biografi bersifat faktual sehingga disebut biografi faktual/nonfiksi. Oleh karena itu, bahasa yang digunakan dalam teks biografi  adalah bahasa baku sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia. Teks biografi menggunakan beberapa kaidah kebahasaan sebagai berikut.
1.        Menggunakan pronomina (kata ganti) orang ketiga tunggal ia atau dia atau beliau. Kata ganti ini digunakan secara bervarisi dengan penyebutan nama tokoh atau panggilan tokoh. Berbeda halnya dengan autobiografi, dalam teks autobiografi yang digunakan yaitu kata ganti orang pertama (aku, saya).
Contoh:
George Saa, putra Papua sangat menyukai pelajaran fisika. Ia berasal dari keluarga yang kurang mampu secara ekonomi. Berkat ketekunannya, Si Genius dari Papua ini mendapatkan beasiswa hingga ke luar negeri. Meski kini telah sukses, Oge, begitu biasanya dia dipanggil, tetap menjadi pribadi yang ramah dan tidak sombong.

2.   Banyak menggunakan kata kerja aksi/tindakan untuk menjelaskan peristiwa-peristiwa atau perbuatan fisik yang dilakukan oleh tokoh.
Contoh: belajar, membaca, berjalan, melempar, mengantri, dan lain sebagainya.
Habibie menikah dengan Hasri Ainun Habibie yang kemudian diboyong ke Jerman. Hidupnya makin keras. Di pagi hari Habibie terkadang harus berjalan kaki cepat ke tempat kerjanya yang jauh untuk menghemat kebutuhan hidupnya.
Ia pulang pada malam hari dan belajar untuk kuliahnya. Istinya harus mengantri di tempat pencucian umum untuk mencuci baju guna menghemat biaya hidup keluarga

3.      Banyak menggunakan kata adjektiva (kata sifat) untuk memberikan informasi secara rinci tentang sifat atau watak tokoh.
Contoh: genius, rajin, disiplin, ulet.
Dalam melakukan deskripsi, seringkali penggunaan kata sifat didahului oleh kopulatif adalah, merupakan.
Ayah Ganjar adalah seorang polisi yang sangat disiplin sementara ibunya hanya seorang ibu rumah tangga yang selalu menanamkan norma-norma kehidupan kepada anak-anaknya. Ganjar mengikuti sikap disiplin ayahnya dan berbudi luhur yang diajarkan ibunya. Mereka hidup dalam lingkungan yang bisa dibilang cukup sederhana.

4.        Banyak menggunakan kata kerja pasif untuk menjelaskan peristiwa yang dialami tokoh sebagai subjek yang diceritakan.
Contoh: dilalui, diberi, ditugaskan, dipilih.
Masa kecil Habibie dilalui bersama saudara-saudaranya di Pare-Pare, Sulawesi Selatan. Sifat tegas dan selalu memegang prinsip yang diyakini telah ditunjukkan Habibie sejak kanak-kanak. Habibie yang punya kegemaran menunggang kuda dan membaca ini dikenal sangat cerdas sejak masih duduk di bangku Sekolah Dasar.

5.   Banyak menggunakan kata kerja yang berhubungan dengan aktivitas mental dalam rangka penggambaran peran tokoh.
Contoh memahami, mengobrol, menyetujui, menginspirasi, mencintai.
Lantaran sering menggunakan jasa ojek, Nadiem pun sering mengobrol dengan para tukang ojek langganannya. Dari hasil obrolan dan pengamatannya, mereka mengetahui bahwa sebagian besar waktu kita banyak dihabiskan untuk mangkal dan menunggu penumpang.

6.        Banyak menggunakan kata hubung (konjungsi) temporal, yaitu berkenaan dengan urutan waktu.
Contoh: sebelum, sudah, pada saat, kemudian, selanjutnya, sampai, hingga, ketika.

Habibie kemudian menuntut ilmu di Gouvernments Middlebare School. Di SMA kecerdasan beliau dan prestasinya tampak menonjol, terutama dalam pelajaran-pelajaran eksakta. Habibie menjadi sosok favorit di sekolahnya. Atas kecerdasannya, setelah tamat SMA di Bandung tahun 1954, beliau masuk ke ITB (Institut Teknologi Bandung).

SUMBER:
1.        Buku Bahasa Indonesia SMA/MA/SMK/MAK  kelas X Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2016 (Wajib).
2.        Buku Tata Bahasa Indonesia.


No comments:

Post a Comment

TEORI SASTRA (PUISI, PROSA DAN DRAMA)

Untuk dapat lebih banyak materi, silakan kunjungi: TEORI SASTRA A.       PUISI 1.          Pengertian Puisi Puisi beras...